Tugas Sekolahan

Kumpulan Tugas-Tugas Sekolah

Erupsi Gigi

Erupsi Gigi

Erupsi gigi merupakan suatu perubahan posisi gigi yang diawali dengan pertumbuhan dalam tulang rahang melalui beberapa tahap berturut-turut hingga mencapai posisi fungsional di dalam rongga mulut.

Erupsi gigi dipengaruhi oleh faktor intrinsik, yaitu ras, genetik, dan jenis kelamin dan ekstrinsik yang meliputi nutrisi dan tingkat ekonomi. Menurut Stewart (1982),:

1. Faktor Keturunan (Genetik)

Faktor keturunan dapat mempengaruhi kecepatan waktu erupsi gigi.9,18 Faktor genetik mempunyai pengaruh terbesar dalam menentukan waktu dan urutan erupsi gigi, termasuk proses kalsifikasi.1,3 Pengaruh faktor genetik terhadap erupsi gigi adalah sekitar 78 %.3

2. Faktor Ras

Perbedaan Ras dapat menyebabkan perbedaan waktu dan urutan erupsi gigi permanen.1 Waktu erupsi gigi orang Eropa dan campuran Amerika dengan Eropa lebih lambat daripada waktu erupsi orang Amerika berkulit hitam dan Amerika Indian. Orang Amerika, Swiss, Perancis, Inggris, dan Swedia termasuk dalam Ras yang sama yaitu Kaukasoid dan tidak menunjukkan perbedaan waktu erupsi yang terlalu besar.3

3. Jenis Kelamin

Waktu erupsi gigi permanen rahang atas dan bawah terjadi bervariasi pada setiap individu. Pada umumnya waktu erupsi gigi anak perempuan lebih cepat dibandingkan laki-laki.5,9,14 Perbedaan ini berkisar antara 1 hingga 6 bulan.3

4. Faktor Lingkungan

Pertumbuhan dan perkembangan gigi dipengaruhi oleh faktor lingkungan tetapi tidak banyak mengubah sesuatu yang telah ditentukan oleh faktor keturunan. Pengaruh faktor lingkungan terhadap waktu erupsi gigi adalah sekitar 20 %.3

Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor lingkungan antara lain:

a. Sosial Ekonomi

Tingkat sosial ekonomi dapat mempengaruhi keadaan nutrisi, kesehatan seseorang dan faktor lainnya yang berhubungan.6 Anak dengan tingkat ekonomi rendah cenderung menunjukkan waktu erupsi gigi lebih lambat dibanding anak tingkat ekonomi menengah. Penelitian yang dilakukan oleh Clements dan Thomas, menyatakan bahwa anak-anak yang berasal dari tingkat sosial ekonomi tinggi memperlihatkan erupsi gigi lebih cepat dibandingkan anak-anak yang berasal dari tingkat sosial ekonomi rendah (Andreasen, 1998). Hal ini berhubungan dengan nutrisi yang diperoleh anak-anak dengan tingkat sosial ekonomi tinggi lebih baik.3

b. Nutrisi

Faktor pemenuhan gizi dapat mempengaruhi waktu erupsi gigi dan perkembangan rahang.3 Nutrisi sebagai faktor pertumbuhan dapat mempengaruhi erupsi, tetapi hal ini terjadi pada malnutrisi yang hebat.1 Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan keterlambatan erupsi gigi.18 Nutrisi sebagai faktor pertumbuhan dapat mempengaruhi erupsi dan proses kalsifikasi. Keterlambatan waktu erupsi gigi dapat dipengaruhi oleh faktor kekurangan nutrisi, seperti vitamin D dan gangguan kelenjar endokrin. Pengaruh faktor nutrisi terhadap perkembangan gigi adalah sekitar 1 %.

5. Faktor Penyakit

Gangguan pada erupsi gigi permanen dapat disebabkan oleh penyakit sistemik dan beberapa sindroma, seperti Down syndrome, Cleidocranial dysostosis, Hypothyroidism, Hypopituitarism, beberapa tipe dari Craniofacial synostosis dan Hemifacial atrophy.3,7,18

6. Faktor Lokal

Faktor-faktor lokal yang dapat mempengaruhi erupsi gigi adalah jarak gigi ke tempat erupsi, malformasi gigi, adanya gigi berlebih, trauma dari benih gigi, mukosa gingiva yang menebal, dan gigi desidui yang tanggal sebelum waktunya.

kalau mau info lebih detail anda dapat mendownload na dari link di bawah ^^

Link Download : Klik Disni

tinggal download aja gan, tapi inget di edit dlo ya
jangan lupa corat coret di bawah ya ….
semoga bermanfaat ^^

Keyword : Erupsi gigi, Faktor Keturunan (Genetik), Faktor Ras, Jenis Kelamin, Morfodiferensiasi, Aposisi, Tahap Praerupsi, Faktor Lingkungan, Sosial Ekonomi, Nutrisi, Faktor Penyakit, Inisiasi (bud stage), Faktor Lokal, Proliferasi (cap stage), Tahap Prafungsional, Tahap Fungsional, Histodiferensiasi (bell stage), Tanda dan gejala, TEETHING, Luksasi ekstrusi,  Subluxation, Concusion, Luksasi, Luksasi intrusi, Laseras, Konkusi, Subluksasi, Luksasi, Ekstrusi, Lateral, Hipoplasia dan Hipomineralisasi yang disebabkan faktor Lokal, Etiologi, Pemeriksaan, Concusion, Subluksasi, Extrusive luxation, Lateral luxation, Avulsi, Splinting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 21, 2013 by in Lain-lain.
%d bloggers like this: